BAB I. Konflik Kejiwaan Tokoh Utama Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Ronggeng Dukuh Paruk  merupakan karya monumental Ahmad Tohari, seorang penulis dari Banyumas. Lebih dari 50 skripsi dan tesis lahir dari novel ini. Selain itu novel ini telah diterjemahkan ke dalam 4 bahasa, yaitu bahasa Jepang, Jerman, Belanda dan Inggris. Bahkan di jurusan Sastra Asia Timur, novel ini menjadi  bacaan wajib bagi mahasiswa.

Cara pengisahan novel ini cukup menggunggah perasaan ingin tahu, mengungkap suatu masalah yang bagi kebanyakan orang dianggap lazim. Ahmad Tohari berhasil mengungkapkan seluruh kisah dalam novel ini dengan bahasa yang lancar dan mengalir.
Hal lain yang menarik dari novel ini adalah penggambaran konfik kejiwaan tokoh-tokohnya, terutama tokoh Srintil dan Rasus. Ada sisi-sisi kejiwaan yang patut dipelajari dan dicermati dari kedua tokoh ini. Ditemukan beberapa hal berkaitan dengan  teori psikoanalisa sigmund Freud dalam novel ini. Ada  berbagai permasalahan yang bisa diungkap dari konflik kejiwaan yang dialami oleh tokoh-tokoh utama dalam novel ini, untuk kemudian dijadikan pelajaran dalam menangani kasus-kasus psikologi seseorang.
Hal-hal tersebut di ataslah yang melatarbelakangi pemilihan judul kami.
B.     Rumusan Masalah
Karya sastra merupakan dunia kemungkinan, artinya ketika pembaca berhadapan dengan karya sastra, maka ia berhadapan dengan kemungkinan penafsiran. Setiap pembaca berhak dan seringkali berbeda hasil penafsiran terhadap makna karya sastra. Pembaca dengan horison harapan yang berbeda  akan mengakibatkan perbedaan penafsiran terhadap sebuah karya sastra tertentu. Hal ini berkaitan dengan masalah sifat, fungsi dan hakikat karya sastra. Sifat- sifat khas sastra ditunjukkan oleh aspek referensialnya (acuan), "fiksionalitas", "ciptaan" dan sifat "imajinatif". Sedangkan fungsi sastra tergantung dari sudut pandang serta ditentukan pula oleh latar ideologinya. Hakikat keberadaan karya sastra selalu berada dalam ketegangan antara konvensi dan inovasi. Ketiga unsur itulah yang menyebabkan masalah yang luas dan kompleks dalam dunia sastra. Hal ini juga telah memungkinkan beragamnya teori dan pendekatan terhadap karya sastra, beragamnya aliran dalam sastra dan beragamnya konsep estetik karya sastra.
Mengingat masalah yang ditawarkan dunia sastra sangat luas dan kompleks, dalam kesempatan ini peneliti membatasi ruang lingkup permasalahannya dengan maksud agar pembicaraan tidak terlalu mengambang. Pembatasan tersebut adalah pemahaman terhadap konflik kejiwaan tokoh utama novel Ronggeng Dukuh Paruk berdasarkan psikologi sastra.
Psikologi sastra, sebagaimana dikatakakan oleh Suwardi Endaswara dalam Metode Penelitian Sastra, ditopang oleh tiga pendekatan, yaitu pendekatan tekstual, yang mengkaji aspek psikologi tokoh dalam karya sastra, pendekatan reseptif-pragmatik yang mengkaji psikologi pembaca sebagai penikmat karya sastra yang terbentuk dari pengaruh karya sastra yang dibacanya, serta proses resepsi pembaca dalam menikmati karya sastra dan pendekatan ekspresif, yang mengkaji aspek psikologi sang penulis ketika melakukan proses kreatif yang terproyeksi lewat karyanya, baik penulis sebagai pribadi maupun wakil masyarakat.
Sesungguhnya psikologi sastra itu pun sangat rumit dan luas, karena ada empat kemungkinan yang bisa dipilih oleh peneliti sastra. Keempat kemungkinan itu sebagaimana dikemukaan oleh Wellek dan Warren serta Hardjana adalah pertama penelitian terhadap psikologi pengarang sebagai tipe atau pribadi. Pengkajian ini cenderung ke arah psikologi seni. Kedua penelitian proses kreatif dalam kaitannya dengan kejiwaan. Studi ini berhubungan pula dengan psikologi proses kreatif. Bagaimana langkah-langkah psikologis ketika mengekspresikan karya sastra menjadi fokus. Ketiga, penelitian hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra. Dalam kaitan ini penelitian dapat diarahkan pada teori-teori psikologi, misalnya psikoanalisa ke dalam sebuah teks sastra. Asumsi dari kajian ini  bahwa pengarang sering menggunakan teori psikologi tertentu dalam penciptaan karya sastra. Keempat, penelitian dampak psikologi teks sastra kepada pembaca. 
Karena luasnya cakupan dan adanya beberapa kemungkinan itulah penulis membatasi penelitian sebatas kemungkinan yang ketiga, yaitu mengkaji teks sastra dalam hal ini konflik kejiwaan tokoh utama Novel Ronggeng Dukuh Paruk dan penerapan teori-teori psikologi khususnya psikoanalisa Sigmund Freud dalam karya Novel tersebut.
Berkaitan dengan pendekatan yang penulis pergunakan dalam penelitian ini, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana konflik kejiwaan tokoh utama novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan analisis psikologis.
2. Bagaimana korelasi antara konflik kejiwaan tokoh utama novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan psikoanalisa Sigmund Freud .
C.     Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan:
1.      Mendiskripsikan konflik kejiwaan yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari
2.      Membuktikan adanya  korelasi konflik kejiwaan yang dialami oleh Tokoh utama, yaitu Rasus dan Srintil dengan psikoanalisa Sigmund Freud


D.    Manfaat Penelitian
1.      Meskipun penelitian terhadap novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari sudah banyak dilakukan, penelitian ini diharapkan dapat melengkapi penelitian yang sudah ada dengan cara dan persepsi yang berbeda sehingga dapat diperoleh keanekaragaman pemahaman dan penafsiran dengan masing-masing argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
2.      Membantu pembaca dalam memahami novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.
E.     Penegasan Judul
Judul skripsi ini adalah Konflik Kejiwaan Tokoh Utama Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari ( Sebuah Tinjauan Psikologi Sastra). Agar tidak terjadi salah pengertian yang berkaitan dengan judul dan tidak mempersulit penelitian, di bawah ini akan dijelaskan hal – hal yang berkaitan dengan judul.
1.      Konflik Kejiwaan
Menurut beberapa kamus yang penulis temukan, konflik dapat  berarti:
a.       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi 3 yang diterbitkan Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka Jakarta, konflik berarti  percekcokan, perselisihan, pertentangan. Sedangkan konflik batin atau kejiwaan adalah percekcokan, perselisihan, pertentangan yang disebabkan adanya dua gagasan atau lebih atau keinginan yang saling bertentangan untuk menguasai diri sehingga mempengaruhi tingkah laku.
b.      Dalam Kamus Ilmiah Serapan yang disusun oleh AKA Kamarulzaman dan M. Dahlan Y.Al Barny dijelaskan bahwa konflik (dalam bidang psikologi) adalah keberadaan dua keinginan atau perasaan yang tidak bisa dipersatukan dan saling bertentangan satu sama lain yang menimbulkan ketegangan emosi atau psikis.
c.       Sementara dalam Ensiklopedi Sastra Indonesia yang ditulis oleh Hasanuddin WS, dijelaskan bahwa konflik adalah bagian alur cerita yang mengungkapkan pertentangan antara beberapa pelaku atau unsur. Sedangkan konflik batin atau kejiwaan adalah ketegangan yang terdapat di dalam diri seseorang berupa pertentangan antara dua keinginan yang dihadapi dalam saat yang sama.
Dari beberapa pengertian tersebut, penulis mengambil pengertian yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan pengertian konflik yang terdapat dalam Ensiklopedi Sastra Indonesia. Sehingga penulis mendefinisikan konflik kejiwaan adalah ketegangan yang terdapat di dalam diri seseorang berupa pertentangan antara dua keinginan yang dihadapi dalam waktu yang sama sehingga mempengaruhi tingkah laku.
2.      Tokoh utama
Tokoh utama adalah pelaku-pelaku dalam novel Trilogi Dukuh Paruk yang mempunyai misi untuk mengembangkan cerita. Dalam hal ini tokoh utama Ronggeng Dukuh Paruk adalah Srintil dan Rasus.
3.      Novel
Novel adalah cerita yang berbentuk prosa dalam ukuran luas, yang menguraikan peristiwa kehidupan seseorang yang luar biasa dan berakhir dengan perubahan nasib kehidupan pelakunya (Suhendra dan Supinah, 1993: 154)
4.      Ronggeng Dukuh Paruk
Ronggeng Dukuh Paruk adalah sebuah novel karya Ahmad Tohari yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Jaya, Jakarta tahun 2007
5.      Ahmad Tohari
Ahmad Tohari adalah penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk. Ia lahir di desa Tinggarjaya,Kecamatan Jatilawang, Banyumas, 13 Juni 1948. 
6.      Psikologi Sastra
Psikologi sastra adalah kajian sastra yang memandang karya sastra sebagai aktivitas kejiwaan (Suwardi Endaswara, 2003: 96). Karya sastra sebagai fenomena psikologis, akan menampilkan aspek-aspek kejiwaan melalui tokoh-tokoh jika kebetulan teks berupa drama maupun prosa.
Dari uraian di atas dapat diketahui pengertian judul secara utuh yaitu penganalisisan konflik kejiwaan tokoh utama novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Thohari dari sudut pandang psikologi dan keterkaitannya dengan psikoanalisa Sigmund Freud.
F.      Kerangka Penyajian
Penelitian  ini terdiri atas lima bab yang terbagi dalam bab yang bersifat teoritis, bab yang berisi analisis dan interpretasi, dan bab yang bersifat konklusi. Bab I merupakan pendahuluan yang mengemukakan tentang latar belakang, ruang lingkup dan rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan judul, serta kerangka penyajian. Bab II berisi landasan teori. Bab III mengemukakan tentang metodologi penelitian. Bab IV berisi uraian tentang analisis konflik kejiwaan tokoh utama novel Ronggeng Dukuh Paruk serta korelasi konflik kejiwaan tokoh utama tersebut dengan psikoanalisa Sigmund Freud yakni perasaan frustasi serta kondisi bawah sadar manusia dan pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia. Bab V merupakan penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

0 Response to "BAB I. Konflik Kejiwaan Tokoh Utama Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari"

Poskan Komentar