Mengatasi Keributan Siswa di Kelas

Pernah mendapati anak didik Anda ribut bahkan sangat ribut di kelas? Stress menghadapi keadaan yang demikian? Atau malah kemudian pergi meninggalkannya?
Keributan siswa di kelas saat proses belajar berlangsung sangat sering terjadi. Bahkan penulis sendiri merasakan hampir di setiap melakukan proses belajar mengajar keributan di kelas selalu terjadi. Tetapi keributan siswa di kelas saat KBM berlangsung tidak selalu mengindikasikan jeleknya kualitas mengajar atau KBM yang sedang berlangsung. Bahkan pada tataran dan taraf tertentu keributan tersebut justru menunjukkan kreativitas para peserta didik. Karenanya, siapa saja yang menjadi pemeran dalan proses belajar mengajar hendaknya mempunyai indikator tingkat keributan yang mana yang harus diatasi dan yang mana yang bisa ditoleransi.
Berikut beberapa teknis yang bisa diterapkan untuk membuat suasana kelas menjadi lebih kondusif dan keributan bisa diminimalisir.
  • Berilah siswa pemahaman bahwa mereka boleh berkomunikasi dengan temannya saat pelajaran berlangsung sehingga keributan yang terjadi memang keributan yang terkait dengan pelajaran.
  • Buatlah indikator tingkat keributan yang bisa ditoleransi dan tingkat keributan yang harus dihindari.
  • Saat terjadi keributan, jangan memukul-mukul meja atau apa saja yang justru akan menambah suasana menjadi ramai dan tidak kondusif, artinya meskipun itu berhasil mengatasi keributan tetapi suasana sekolah biasanya akan menjadi tegang sehingga KBM menjadi tidak nyaman, baik bagi siswa maupun bagi guru.
  • Buatlah cara mengatasi keributan dengan tindakan yang disenangi oleh anak dan mereka mudah melakukan instruksi yang kita lakukan. Contoh dari teknik ini antara lain:
    • mengajak anak menjawab halo ketika mereka mendengar suara halo dari kita. Hal ini akan lebih efektif ketika disepakati terlebih dahulu di awal pelajaran
    • buatlah sebuah tepuk permainan yang bisa dikerjakan dengan mudah oleh peserta didik sehingga saat sebagaian besar siswa mengikuti intruksi kita, siswa yang ramai pun akan segera mengikutinya
    • Ajak siswa melakukan gerakan yang sama, misal angkat tangan bersama, berdiri melambaikan kedua tangan dengan tanpa mengeluarkan suara dan sebagainya
  • Hindari mendiamkan siswa dengan cara teriak-teriak. Cara ini justru akan menjadikan keributan kelas semakin bertambah
  • Berilah reward bagi siswa yang bisa menjaga diri dari membuat keributan dan mampu memahami pelajaran dengan baik.
Beberapa point tersebut di atas sering saya praktikkan di dalam kelas. Anda ingin mencobanya? Semoga berhasil menjadi guru yang mempunyai profesionalisme dalam kerja.

4 Responses to "Mengatasi Keributan Siswa di Kelas"

  1. kalau membuat kesepakatan sebelum memulai proses belajar mengajar untuk tidak ribut saat pelajaran juga mungkin bisa pak.
    dan jika siswa melanggar kesepakatan maka akan menerima konsekuensi yang sudah disepakati juga...

    BalasHapus
  2. Saya mempraktikkan kesepakatan begini jika saya bilang halo, semua siswa menjawab hai, setelah itu tidak boleh ada yang bersuara jika ada suara mereka saya minta untuk nyanyi di depan kelas sambil joget. Hasilnya,begitu kelas ramai saya langsung teriak halo... sehingga kelas kembali kondusif.

    BalasHapus
  3. asyik tuh pak buat d terapin di kelas...
    lanjutkan pak....
    semangat....

    BalasHapus