Marhaban ya Ramadhan

Sesaat lagi kita kan memasuki bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah yang di dalamnya segala keutamaan ibadah bisa kita dapatkan. Bahkan, segala aktivitas hidup kita bisa bernilai ibadah. Nilai keutamaannya pun dilipatgandakan. Yang sunah menjadi wajib, yang wajib berlipat-lipat pahalanya. Terlepas dari semua itu, muara akhir dari ibadah puasa adalah bertaqwa kepada Alloh.
Perintah berpuasa pada Ramadhan bertujuan menjadikan manusia menjadi orang bertakwa (QS. 2: 183). Ketakwaan seseorang tidak akan Allah sia-siakan demikian saja. Allah akan membalas orang bertakwa dengan surga dan mereka akan kekal di dalamnya (Ali Imran, 3: 198). Orang yang berhasil mengendalikan nafsunya selama menjalankan ibadah puasa niscaya termasuk orang yang menang. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan (An Nur, 24: 52).
Orang yang bertakwa akan mempunyai solidaritas kemanusiaan yang tinggi. Ia tidak akan pernah bahagia dengan kecukupan yang ada pada dirinya jika ia masih melihat kekurangan di sekelilingnya. Kesadaran bahwa muslim yang lain adalah saudaranya akan mampu mengajak dia merasakan penderitaan dan kesusahan mereka. Sehingga, harta yang ia miliki akan ia pandang sebagai amanah yang harus ia tunaikan hak-haknya.
Ia sadar betul, jika hak harta ini tidak ia tunaikan suatu saat akan bisa menyebabkan malapetaka baginya. Sebaliknya, ia yakin hartanya tidak akan berkurang jika ia tunaikan hak-haknya. Satu yang ia yakini bahwa seseorang tidak akan menjadi miskin karena sedekah atau menunaikan hak harta. Bahkan bisa jadi karena keengganannya untuk menunaikan hak harta, Alloh akan mencabut karunia yang berupa harta itu dari dirinya. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shalallohu’alaihi wa sallam, yang artinya:

“Bersedekahlah kalian, karenanya sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian niscaya Alloh akan menyanyagimu”. (Al Wasaail 6: 255 hadits ke 11)
Selain itu Rasulullah juga bersabda, yang artinya:
“Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah, ia tidak akan terkena sasaran bala/ bencana”
Keyakinan yang demikian tidak hanya membawa hartanya menjadi berkah tetapi juga akan menciptakan rasa aman, nyaman dan tenteram jika pada suatu saat malaikat maut secara tiba-tiba menjemputnya. Ia  akan merasa tenang karena ia akan bisa mempertanggungjawabkan harta yang telah Alloh limpahkan kepadanya. Tenang, karena hartanya telah bisa membawanya menghadap Alloh dengan segudang amal sedekah dan zakatnya.
Bagaimana dengan kita? Semoga Alloh memberikan kesadaran serupa. Hanya kepada Alloh kita mengharapkan pertolongan.

0 Response to "Marhaban ya Ramadhan"

Posting Komentar