Metode Inkuiri dalam Pembelajaran

Penerapan kurikulum 2013 mengharuskan seorang guru mengeksplor kembali apa yang dimilikiya. Berbagai metode dan model dalam pembelajaran dituntut untuk dikuasai sehingga dengan proses pembelajaran yang variatif diharapkan situasi belajar menjadi lebih  menyenangkan.

Salah satu metode yang dianjurkan untuk digunakan dalam pembelajaran adalah metode Inkuiri. Metode inkuiri atau discovery learning adalah teori belajar yang tidak menyajikan pelajaran dalam bentuk final sehingga siswa menggorganisasikan proses belajarnya sendiri. Siswa mencari tahu sendiri.  Dalam proses belajar siswa mencari tahu tentang konsep atau prinsip yang tidak diketahui sebelumnya. Masalah dalam discovery  dapat direkayasa oleh guru.

Dalam pelaksanaan pembelajaran  guru membimbing siswa agar aktif mengembangkan kegiatan belajar yang mengarah pada pencapain tujuan. Yang perlu diperhatikan di sini adalah siswa harus aktif mengembangkan kemampuannya untuk memecahkan malalah. Oleh karena itu, perlu diperhatikan pula agar materi pelajaran tidak disajikan dalam bentuk yang tinggal siswa serap. Aktivitas yang dapat siswa lakukan dala proses belajar adalah menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan, dan menyimpulkan.

Manfaat penerapan metode inkuiri:
  • Membantu siswa mengembangkan kemterampilan kognitif secara mandiri.
  • Menguatkan  pemahaman tentang pengertian dan daya ingat.
  • Membangkitkan rasa senang menyelidiki.
  • Memperoleh pengalaman bagaimana caranya belajar.
  • Menguatkan konsep diri dengan mengembangkan rasa percaya diri.
  • Mendorong pertumbuhan keterampilan berpikir kritis.
  • Meningkatkan kemampuan berpikir intuitif.
  • Meningkatkan rasa ingin tahu.
  • Meningkatkan penghargaan kepada siswa untuk lebih mandiri.
  • Mengembangkan potensi diri secara optimal.
Kelemahan penerapan metode inkuiri:
  • Siswa yang memiliki potensi diri yang rendah akan menghadapi masalah dalam proses belajar.
  • Mendapat tantangan untuk berpikir abstrak, menghubungkan antar konsep, bernalar dapt berubah menjadi faktor penghambat berkembangnya rasa ingin tahu.
  • Memfasilitasi siswa menemukan teori, prinsip-prinsip, atau memecahkan masalah memerlukan banyak waktu.
  • Mendapat hambatan karena guru selalu terdorong untuk memberi tahu bukan siswa mencari tahu.
  • Siswa memiliki  peluang besar dalam mengembangkan kompetensi kognitif, namun guru dapat terlena sehingga mengabaikan pengembang sikap dan keterampilan.
  • Guru sering kurang sabar saat siswa memerlukan waktu banyak untuk menyusun pikiran sehingga guru terdorong membantu siswa untuk menemukan hal baru.
Langkah pelaksanaan pembelajaran:
A.   Persiapan
  1. Menentukan tujuan pembelajaran
  2. Mengidentifikasi bekal awal, minat, bakat siswa.
  3. Menentukan materi pelajaran
  4. Mengembangkan materi  berupa bahan yang akan diobservasi atau sumber belajar pendukung
  5. Merumuskan rancangan penilaian proses dan hasil
B.   Pelaksanaan
  1. Pemberian rangsangan, siswa mengembangkan kesadaran tentang ketidakhuan tentang sesuatu setelah mengamati, membaca, atau mencoba sesuatu.
  2. Identifikasi masalah; siswa menyatakan atau merumukan masalah dari ketidaktahuan siswa untuk menggali hal  yang ingin siswa ketahui.
  3. Pengumpulan Data; siswa mengeksplorasi dan mengelaborasi informasi, menghimpun data untuk memecahkan masalah.
  4. Pengolahan data;  siswa mengolah informasi yang telah dihimpunnya melalui kegiatan wawancaran,  observasi, membaca, dan selanjutnya dianalisis,  diklasifikasi, ditabulasi untuk ditafsirkan.
  5. Verifikasi (Pembuktian);  siswa mengkonfirmasi atau memeriksa ulang  kebenaran informasi atau data yang diolahnya untuk membuktikan kebenaran hipotensis . Siswa mendapat peluang untuk menemukan konsep, teori, aturan, dan contoh-contoh.
  6. Generalisisi (menarik Kesimpulan); siswa menarik kesimpulan yang dapat dijadikan prisip umum
C.  Penilaian
Penilaian  dapat dilakukan dalam bentuk tes dan nontes.

0 Response to "Metode Inkuiri dalam Pembelajaran"

Posting Komentar