Bahan Ajar: Pantun

(Sumber gbr:borneophotography.org)
Materi pelajaran Bahasa Indonesia terbagi menjadi dua bagian, yaitu materi kebahasaan dan materi kesastraan. Keduanya sama-sama pentingnya. Sastra yang mempunyai fungsi dulce et utile sangat efektif untuk mengembangkan dan menanamkan pribadi yang baik. Dikatakan efektif karena pendidikan yang terjadi terasa sangat halus dan nyaris tidak terasa menggurui. Ini dikarenakan unsur estetik yang menonjol yang dimiliki karya sastra, sehingga lembut pesan-pesan moral itu akan sampai pada penikmat karya sastra.

Salah satu bentuk karya sastra yang sudah dikenal oleh banyak orang adalah pantun, yang merupakan bentuk sastra yang berasal dari Melayu.

Dikelas VII, pantun ini juga diajarkan dengan menekankan pada kemampuan anak dalam membuat pantun. Materi pantun terpetakan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

Kompetensi Dasarnya adalah kemampuan mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui pantun dan dongeng.. Sedangkan Kompetensi Dasar yang diharapkan dapat tercapai adalah kemampuan peserta didik dalam menulis pantun yang sesuai dengan syarat-syarat pantun.

Materi/ Bahan Ajar

Pantun adalah bentuk puisi yang terdiri atas empat baris yang bersajak bersilih dua-dua (pola ab-ab), dan biasanya, tiap baris terdiri atas empat perkataan. Dua baris pertama disebut sampiran (pembayang), sedangkan dua baris berikutnya disebut isi pantun. Pantun merupakan bentuk karya sastra (puisi lama) yang berasal dari Melayu.

Dalam membuat pantun, sebaiknya sampiran dibuat tidak hanya untuk keperluan bunyi saja, tetapi hendaknya ada bayangan isi pantun dalam sampiran. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Hooykas bahwa pantun yang baik adalah pantun yang antara sampiran dan isi pantun terdapat hubungan makna tersembunyi, sedangkan pada pantun yang kurang baik, hubungan tersebut semata-mata hanya untuk keperluan persamaan bunyi.

Ciri-ciri Pantun

Dari pengertian pantun tersebut dapat ditarik kesimpulan berkenaan dengan ciri-ciri pantun, yakni:

  • Setiap bait pantun terdiri dari empat baris
  • Setiap barisnya terdiri dari emapat perkataan ( empat kata)
  • Pantun mempunyai persajakan ab-ab (bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ke tiga dan bunyi akhir baris ke dua sama dengan bunyi akhir baris ke empat)
  • Baris pertama dan kedua dinamakan sampiran sedangkan baris ke tiga dan ke empat dinamakan isi.
Jenis-jenis pantun

Ditinjau dari isinya, pantun mempunyai banyak jenis, antara lain:


  • Pantun nasihat. Pantun nasihat adalah jenis pantun penuntun, berisi penyampaian pesan moral (message) yang sarat dengan nilai-nilai luhur agama, budaya dan norma sosial masyarakat. Melalui pantun nashehat-nilai-nilai luhur disebarluaskan di tengah-tengah masyarakat, serta diwariskan kepada anak cucu. Ada banyak jenis pantun yang berkembang di masyarakat, di antaranya pantun nasihat atau pantun tunjuk ajar. Pantun ini digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan moral di tengah masyarakat, misalnya oleh orang tua pada anaknya, para pemimpin pada bawahannya, para guru pada muridnya ataupun antar sesama anggota masyarakat dalam interaksi sehari-hari.

Contoh:

Buah ini buah berangan
Masak dibungkus sapu tangan
Dunia ini pinjam-pinjaman
Akhirat kelak kampung halaman

  • Pantun Teka-teki. Pantun teka-teki ini merupakan gabungan dari genre pantun anak-anak, anak muda dan orang tua. Di dalam pantun teka-teki berisi senda gurau, keseriusan berpikir hingga petuah. Memerlukan kecerdasan untuk mampu menangkap sekaligus menebak pantun jenis ini. Diakhir isi selalu berupa tebakan yang tak memberikan jawaban (menggantung). Pantun teka-teki ini dibagi jenis pantun berdasarkan pantun alam sekitar dan pantun perangkat pembantu manusia disekitar kehidupannya (infrastruktur), seperti laut, selat, tasik, tanjung, parut kelapa, obat nyamuk, sendok garpu, cangkul hingga layang-layang. Akhir kata dari pantun teka-teki sering dibumbui dengan kalimat pertanyaan seperti “ Apakah itu cobalah terka?”.


Contoh:

Kelip-kelip kusangka api
Kalau api mana asapnya?
Hilang ghaib disangkakan mati
Kalau mati mana kuburnya?

  • Pantun Jenaka. Salah satu aspek yang bisa diselipkan dalam sebuah pantun adalah kelakar atau humor yang segar. Pantun yang berisi humor itu disebut juga dengan pantun humor, pantun kelakar, pantun senda-gurau, pantun sindir-menyindir, olok-olok atau pantun jenaka. Pantun jenaka bertujuan untuk menghibur orang yang mendengarnya, ataupun terkadang sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan ketersinggungan. Dengan pantun ini, diharapkan suasana menjadi semakin riang.

Contoh

Jalan-jalan ke Kampung Dalam
Singgah-menyinggah di pagar orang
Pura-pura mencari ayam
Ekor mata ke anak orang

Berbalas Pantun

Berbalas pantun merupakan khazanah tradisi lisan budaya Melayu, dimana dua pihak atau lebih saling melemparkan pantun (jual - beli) yang mengandung isi atau maksud tujuan tertentu. Dalam tata-cara adat perkawinan suku Melayu, berbalas pantun sering dilakukan antara pihak mempelai laki-laki dengan pihak mempelai perempuan sebelum acara pernikahan ataupun bersanding di pelaminan terselenggara. (http://id.wikipedia.org/wiki/Berbalas_pantun)

Kegiatan berbalas pantun ini sekarang banyak berkembang di kalangan remaja, baik hanya sekedar untuk mengisi waktu luang ataupun untuk tujuan-tujuan yang lebih dari itu, seperti mengekspresikan perasaan kepada orang lain.

Berikut ini contoh pantun berbalas:

Orang pertama : Dari hilir pergi ke kanal
                           Jangan lagi pulang ke hulu
                           Pengennya sih mau kenal
                           Apalah daya hatiku malu

Orang kedua :   Pergi ke pasar membeli sandal
                          Beli obeng dan juga palu
                          Kalau memang kepengen kenal
                          Katakan saja tak usah malu

Untuk membantu memahami pantun media atau bahan ajar berikut bisa Anda lihat atau download:
Anda bisa menambah khasanah satra melayu di situs : http://melayuonline.com/ind/literature/dig/610/pantun

Nah, setelah Anda membaca materi pantun di atas, untuk menguji kemampuan Anda terhadap pantun, silakan jawab dan kerjakan soal-soal beriku:
  1. Pantun termasuk jenis karya sastra dari mana?
  2. Apa yang dimaksud dengan pantun?
  3. Sebutkan ciri-ciri pantun!
  4. Adakah hubungan antara bagian isi dan bagian sampiran dalam pantun?
  5. Buatlah sebait pantu nasihat!
  6. Buatlah sebuah pantun berbalas !

0 Response to "Bahan Ajar: Pantun"

Poskan Komentar