Drama

Asik juga mengantarkan siswa mempelajari drama. Pertama mengenalkan mereka pada sejarah munculnya drama dan pengertian drama. Kedua harus bisa memberikan contoh akting dari peran seorang tokoh, dan yang terpenting harus mampu mengajak peserta didik menikmati dan mempelajari drama. Tantangan kan?
Nah ini cerita saya ketika mengantarkan siswa mempelajari drama. Hehehehehe... agak narsis ndak papa ya? Narsis tapi asik dan menyenangkan siswa, kan enak. Apalagi di bulan puasa begini, ooooo pasti membuat anak senang mengudang pahala tersendiri pada pelakunya, mudah-mudahan.

Ketika pertama kali masuk, langsung aja aku bermain, maksudnya akting. Aku marah. Suasana jadi tegang. Satu persatu anak aku tatap mata mereka. Kemudian dengan suara meninggi aku tanya pada mereka apakah mereka pernah melihat drama. Apakah mereka pernah melihat seorang artis memerankan sebuah peran. Ketika mereka menjawab sudah, nah........ dengan suara renyah dan senyum mengembang bahwa saya saat ini sedang akting. Huiiiiiiii... pak Edrissssssss.
Ketika atmosfer kegiatan belajar mengajar semakin kondusif.....barulah aku jelaskan mereka tentang pengertian drama dan asal-usul dari istilah drama tersebut.

Pengertian Drama
Drama berasal dari bahasa Yunani, dari kata Draomai yang berarti berbuat, berlaku bertindak dan sebagainya. Yakni sebuah lukisan hidup dalam bentuk gerak. Dalam bahasa Belanda, dikenal juga istilah toonel, sebuah istilah atau kata yang tidak jauh maknanya dari kata drama. Sementara itu PKG Mangkunegaran VII mengenalkan istilah sandiwara untuk menyebut kata drama. Kata ini (sandiwara) digunakan untuk mengganti kata toonel.
Kata sandiwara dibentuk dari kata sandi dan wara. Sandi berarti rahasia sedangkan wara atau warah berarti pengajaran atau nasihat (bukan nasehat). Demikialah menurut Ki Hadjar Dewantara, sandiwara adalah pengajaran yang dilakukan dengan perlambang.

Wah....karena dah mesti masuk kelas lagi... ya postingan tentang drama dipotong sampai ini dulu.

0 Response to "Drama"

Posting Komentar