Bahan Ajar: Menulis Berita

Pada postingan terdahulu, telah dibahas bagaimana mencari hal - hal pokok yang ada dalam berita dengan menggunakan rumus 5W + 1 H. Selain itu juga dibahas bagaimana menyimpulkan sebuah berita.
Pada postingan berikut akan dibahas bagaimana menulis sebuah berita.

Sebagaimana telah diketahui bahwa unsur-unsur pokok yang ada dalam berita terangkum dalam 5W + 1 H. Lalu bagaimana menyusun unsur-unsur tersebut menjadi berita yang baik?
Yang harus dipahami dalam menulis berita adalah bahwa menulis berita bukanlah sekedar mencurahkan isi hati. Ia harus bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, seorang penulis berita harus memperhatikan pula persyaratan yang diterapkan dalam dunia jurnalistik, khususnya persyaratan bentuk.
Dalam dunia jurnalistik bentuk ini sering disebut dengan piramida terbalik. Dikatakan piramida terbalik karena bentuknya mirip dengan bentuk piramida mesir tetapi bentuknya terbalik.

Piramida Terbalik adalah sebuah struktur penulisan atau bentuk penyajian sebuah tulisan yang umum dilakukan seorang wartawan. Informasi- informasi penting (inti) disajikan di awal paragraf, selanjutnya informasi pendukung mengikuti paragraf berikutnya.

Kenapa harus menggunakan metode Piramida Terbalik, tentu maksudnya adalah agar pembaca dapat segera mengetahui inti dari berita yang ingin diketahuinya. Ada beberapa manfaat jika penulisan berita menggunakan bentuk piramida terbalik. Manfaat-manfaat itu antara lain;
  • Bagi pembaca yang memiliki waktu terbatas dapat membaca di paragraf-paragraf awal saja, namun sudah dapat menangkap keseluruhan maksud dari berita yang dibacanya.
  • Bagi wartawan maupun redaktur, akan memudahkan dalam penulisan dan editing berita, karena mereka lebih fokus pada pokok pikiran berita yang mereka tuliskan. Sedangkan redaktur pun akan sangat mudah dalam menyunting ataupun memotong berita, tinggal menghapus paragraf-paragraf akhir yang dianggap tidak terlalu penting. Sedangkan bagi media dengan penulisan Piramida Terbalik ini, akan menghemat space halaman.
Setelah kita mengetahui bentuk berita yang sering digunakan oleh para penulis berita, tentu sebelum menulis berita data-data yang menjawab pertanyaan 5W + 1 H harus kita kumpulkan dan data yang terkumpul harus bisa dipertanggungjawabkan. Nah setelah semua terkumpul barulah proses penulisan berita dilakukan.

Saat menulis berita harus diperhatikan hal-hal berikut:
  • Sederhana dan Hemat Kata!
  • Maksudnya, kata-kata maupun kalimat yang digunakan hendaknya spesifik, hemat kata, kalimatnya pendek-pendek, baku, dan sederhana; serta komunikatif atau jelas, langsung ke pokok masalah (straight to the point), mudah dipahami orang awam.
  • Komposisi Naskah
  • Komposisi naskah berita terdiri atas Head (Judul), Date Line (Baris Tanggal), yaitu nama tempat berangsungnya peristiwa atau tempat berita dibuat, plus nama media Anda, Lead (Teras) atau paragraf pertama yang berisi bagian paling penting atau hal yang paling menarik, dan Body (Isi) berupa uraian penjelasan dari yang sudah tertuang di Lead. 
    Judul. Berita diawali oleh judul. Judul berita harus ringkas, menggambarkan isi, tapi berupa kalimat lengkap. Minimal terdiri dari subjek dan predikat, mubtada dan khobar.
    Lead. Setelah itu, menulis lead atau teras berita, yakni paragraf atau alinea pertama. Rumus termudah dalam menulis kata atau kalimat awal, ikuti salah satu formula ini:
    • Who does what, siapa melalukan apa (Event)
    • Who says what, Siapa mengatakan apa (Opinion News)
    • What said by who, apa dikatakan siapa (Opinion News)
Setelah itu, teruskan dengan menuliskan unsur di mana (where), kapan (when), mengapa (why), dan bagaimana (how). Tuangkan semuanya, secara ringkas, dalam teras berita. Isi berita, body, merupakan penjelasan atau perincian dari teras berita.

Contoh: Who does What
Bandung (ANTARA News) — Lima kelompok mahasiswa (WHO), Kamis (WHEN), berunjuk rasa (does WHAT) di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Nomor 22 Kota Bandung (WHERE) untuk memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden SBY-Boediono (WHY).
Contoh: What said by Who
KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diprediksi tetap akan bermain dua kaki meski satu dari tiga menteri partai itu dicopot. (WHAT) Prediksi itu dikemukakan pengamat politik Universitas Gadjah Mada, AAGN Ari Dwipayana. (said by WHO).




0 Response to "Bahan Ajar: Menulis Berita"

Posting Komentar