Bahan Ajar: Drama

Pada postingan terdahulu telah dibicarakan hal-hal yang harus dicermati dalam menulis naskah drama. Nah postingan berikut ini berkaitan bagaimana mengajarkan drama ini di kelas. Apa yang saya tulis di sini merupakan pengalaman yang saya praktekkan langsung.

Meski tujuan pembelajaran drama terbatasi oleh bagaimana menanggapi penampilan drama, yang saya ajarkan bukan hanya mencermati penampilan drama tetapi saya mengajak anak-anak untuk melakukan hal-hal apa saja yang dijalani oleh orang-orang yang terlibat dalam pertunjukkan drama (sinetron maupun film)

Sebagai pengantar saya katakan pada siswa bahwa saya mengharapkan di kelas yang saya ajar setelah pembelajaran akan ada beberapa sutradara, penulis skenario dan beberapa artis atau aktor. Saya bermaksud memberi memotivasi kepada siswa agar mereka serius mempelajari drama.

Awalnya siswa saja ajak memahami pengertian drama. Saya jelaskan kepada mereka perbedaan antara babak dan adegan. Saya katakan bahwa babak adalah bagian dari naskah drama yang merangkum semua peristiwa yang terjadi di satu tempat pada urutan waktu tertentu.Sedangkan adegan adalah bagian-bagian dari setiap babak. Sebuah adegan hanya menggambarkan suatu suasana yang merupakan rangkaian dari rentetan suasana-suasana yang terdapat dalam sebuah babak. Untuk menandai berakhirnya sebuah adegan biasanya terjadi penambahan atau pengurangan para pelaku diatas pentas namun tidak merubah settingnya.

Setelah mereka memahami babak dan adegan dalam drama mereka saya ajak membuka contoh dari teks drama yang menampilan sebuah babak. Saya minta mereka mencermatinya dan mencatat hal-hal apa saja yang ada dalam  teks drama tersebut. Hal-hal berikut yang mereka temukan dalam teks drama yang mereka dapatkan.

  • Prolog, yaitu pengantar dalam sebuah drama. Pengantar biasanya berupa narasi yang berisi tentang tempat, waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam drama. Prolog ini biasanya ditulis berada dalam tanda kurun.
  • Arahan untuk pemeran. Dalam teks mereka juga menemukan kalimat-kalimat yang berada dalam tanda kurung yang berada di antara kalimat-kalimat dalam dialog. Kalimat itu menjadi arahan bagi pemeran tokoh tersebut, apa dan bagaimana dia harus melakukan peran.
  • Dialog, mereka juga menemukan dialog-dialog. Bahkan dialog tersebut nampak dominan. Dialog inilah yang membedakannya dari jenis sastra yang lain.
Setelah mereka memahami bagaimana membuat naskah drama, mereka saya minta membentuk kelompok. Setiap kelompok saya minta ada siswa yang ditunjuk menjadi sutradara. Kemudian saya memberi empat tema kepada mereka dan setiap kelompok bebas memilih tema apa yang diminati. 
Setelah menetapkan tema nya, mereka saya minta membuat teks drama sesuai dengan pemahaman mereka terhadap teks drama. Selama dua puluh menit mereka mendiskusikan dan membuat teks drama satu babak. 
Setelah duapuluh menit berlangsung, saya lihat hasilnya, saya koreksi dan pertemuan mendatang mereka harus menampilkan teks drama mereka dalam sebuah pertunjukkan drama satu babak di ruang aula.
Nah saya tunggu hasil perbaikan naskah drama mereka dan saya tunggu juga sutrdara-sutradara pemula serta artis-aktor baru yang akan muncul pekan depan.

0 Response to "Bahan Ajar: Drama"

Posting Komentar