Siramlah dengan Air


Duka berselimut
menapak pada lengkung goresan darah
merah. Membuat lebam sekujur tubuh
perih. Mendidih dalam hasungan kesumat
dendam membara.

Memekik, meliuk mempermainkan jiwa
terasa hampa tiada didapat suatu apa
Tetes air basuh luka menganga
meski masih terasa perih
rasa sejuk terserap pelan
hingga akhirnya bening mata
melihat pelangi yang menyapa

:Akankah kau biarkan
kesumat membakar raga
menikam dengancakar tajamnya
membinasakan.

:Kenapa tidak secawan anggur
kau berikan
membasuh keruh dendam dengan segar merahnya
hingga kau dapatkan manis wanginya
seraya musnah semua derita

dan iapun berujar penuh makna
:Tak selamanya kesumat berbalas kesumat
karena
Api kan mati dengan siraman sejuk air surga

(Prambanan, 27 april 2012/ : 22:55)

0 Response to "Siramlah dengan Air"

Posting Komentar