Mengajar Membaca Penuh Semangat





Membaca adalah pintu gerbang memasuki rimba pengetahuan. Dengan membaca apapun bisa kita dapatkan. Anda ingin kaya, silakan membaca. Anda ingin pandai, ya jelas dengan membaca. Anda ingin sukses dalam mengajar, tentu Anda harus banyak membaca, karena dengan membaca semua yang kita butuhkan akan terjawab. Bagaimana logikanya? Wah, kalau ini saya jawab akan menghabiskan waktu berjam-jam dan kertas berlembar-lembar. Karenanya, postingan ini saya fokuskan dengan pembahasan, bagaimana agar kegiatan membaca kita benar-benar efektif.

Saya awali pembahasan dengan ilustrasi berikut:

Seorang guru, masuk dengan wajah cerah, dengan bibir mengembang senyum dan begitu masuk kelas, dia menyapa, setelah beberapa saat si guru kita ini memberikan pengantarnya, beliau langsung memberi tugas anak membaca sebuah bab yang terkait dengan materi yang akan disampaikan.

Si siswa pun langsung membaca. 10 menit berlalu sudah dan alangkah herannya sang guru ketika giliran siswa menjawab beberapa pertanyaan guru tekait dengan bacaan yang telah mereka baca, hanya sedikit sekali yang bisa menjawabnya

Nah, Anda pernah mendapati kejadian seperti ini? Jika pernah barangkali tips berikut ada baiknya diterapkan.

Dalam membaca, ada beberapa metode yang bisa diterapkan. Salah satunya adalah SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review). Inti dari kegiatan ini adalah adanya proses persiapan sebelum pembacaan secara penuh dilakukan dan adanya proses pengulangan atau review untuk memastikan pemahaman akan bahan bacaan.

Pada praktikknya, sebelum saya memberi anak tugas membaca, saya suruh anak selama 3 menit untuk melihat judul, sub judul dan sub - sub judul, peta konsep dan ringkasan. Kegiatan ini dalam metode tersebut disebut dengan survey.

Hasil dari survey, minimal siswa sudah mengetahui gambaran global dari isi bacaan. Setelah itu, berdasarkan gambaran global yang mereka peroleh, saya meminta mereka membuat pertanyaan tercatat terkait dengan hal-hal apa yang ingin mereka ketahui dari bacaan tersebut. Tahapan ini dinamakan tahapan question, yaitu tahapan bertanya tentang hal-hal apa saja yang ingin mereka ketahui dari bacaan yang gambaran globalnya sudah mereka dapatkan.

Pada tahap kedua tersebut, siswa sudah mempunyai beberapa pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus mereka temukan jawabannya ketika mereka melakukan tahap ketiga dari metode SQ3R, yaitu membaca. Karena kegiatan membaca yang mereka lakukan sudah mempunyai tujuan yang jelas, yaitu menemukan informasi-informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mereka punyai, maka kecepatan membaca pun bisa diatur. Artinya, ketika mereka menemukan informasi-informasi terkait dengan pertanyaan mereka, kecepatan membaca bisa diperlambat. Sebaliknya, informasi yang tidak berkaitan dengan pertanyaan mereka, kecepatan membaca dipercepat.

Tahapan berikutnya adalah, siswa disuruh menjawab pertanyaan tersebut, boleh secara lisan maupun tertulis, dengan catatan bacaan dalam kondisi ditutup. Dari sini kita bisa menilai kemampuan siswa dalam membaca. Tahapan ini disebut tahapan recite. Proses ini tidak berusaha menghafal apa-apa yang siwa baca melainkan berusaha memahami dengan bahasa sendiri apa-apa yang telah dibaca.

Informasi yang didpatkan dari kegiatan membaca ini akan disimpan dalam memori jangka pendek, sehingga mudah lupa. Untuk menghindari hal tersebut, si siswa perlu melakukan tahap berikutnya, yaitu review.

Tahapan review ini dilakukan dengan cara membolak-balik bacaan, membaca secara singkat apa-apa yang ada dalam judul, sub judul, sub-sub judul. Memang kegiatan ini hampir sama dengan survey (tahapan pertama). Perbedaannya adalah pada tahap survey diarahkan untuk mengetahui gambaran global dari isi bacaan tetapi pada tahapan review kita memantapkan dan berusaha menyimpan apa-apa yang sudah kita dapatkan dalam memori jangka panjang, sehingga sewaktu-waktu kita butuh informasi tersebut bisa dimunculkan.

Pengalaman saya, memang agak lama ketika pertama kali kita mengenalkan metode ini pada siswa, tetapi setelah terbiasa, biasanya untuk memahami bacaan mereka saya beri kesempatan 10 - 15 menit untuk   menguasai sebuah bacaan, ya tergantung panjang pendek bacaan.

Bagaimana, Anda mau membaca?

0 Response to "Mengajar Membaca Penuh Semangat"

Posting Komentar