Seni Negosiasi dalam Kewirausahaan

Sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup seorang diri. Ia selalu mempunyai ketergantungan dengan orang lain. Karenanya, kemampuan manusia berkomunikasi dengan orang lain merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Salah satu bentuk komunikasi itu adalah negosiasi.

Pada kesempatan ini akan dipaparkan materi terkait dengan negosiasi khususnya yang berkaitan dengan kaidah atau karakteristik negosiasi itu sendiri. Sehingga diharapkan para pembaca semua mengetahui bagaimana kaidah dan karakteristik negosiasi itu. Dibagian akhir pembahasan kami sertakan media pemelajaran teks negosiasi untuk KD 3.4 yang berisi bagaimana mengevaluasi teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan.


Sebagaimana telah diketahui bahwa negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak - pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Menurut kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi formal. Negosiasi merupakan suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama dan kompetisi(http://id.wikipedia.org/wiki/Negosiasi)

Dalam setiap negosiasi selalu ditemukan unsur-unsur sebagai berikut:
  1. Partisipan, yaitu orang yang terlibat dalam negosiasi. Setiap negosiasi selalu melibatkan orang  baik sebagai individual, perwakilan organisasi atau perusahaan, sendiri atau dalam kelompok.
  2. Permasalahan. Permasalahan yang ada dalam negosiasi muncul karena adanya ketidaksepakatan antara kedua belah pihak, karena masing-masing mempunyai tujuan. Ketidaksepakatan inilah yang pada akhirnya mereka bicarakan sehingga terjadi kesepakatan yang saling menguntunngkan kedua belah pihak terhadap persoalan yang mereka hadapi.
  3. Tawar menawar. Untuk mencapai kesepakatan tersebut mereka akhirnya mengadakan pembicaraan (negosiasi) dengan menggunakan cara pertukaran pendapat hingga dicapai kesepakatan.
  4. Selain hal tersebut di atas,biasanya negosiasi lebih banyak berbentuk tatap muka yang menggunakan bahasa lisan, gerak tubuh maupun ekspresi wajah, negosiasi biasanya menyangkut hal-hal di masa depan atau sesuatu yang belum terjadi dan kita inginkan terjadi. Meskipun demikian, pada kasus-kasus tertentu ditemukan negosiasi yang tidak berbentuk tatap  muka, misal dalam surat penawaran dan sebagainya.
  5. Ujung dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang diambil oleh kedua belah pihak, meskipun kesepakatan itu misalnya kedua belah pihak sepakat untuk tidak sepakat.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam negosiasi (terutama jika negosiasi tersebut berupa komunikasi tulis) adalah penggunaan ejaan, konjungsi dan tatabahasa yang benar.

Note: Untuk media pembelajaran negosiasi KD. 3.4 pertemuan pertama bisa didownload silakan klik link Media Pemelajaran Negosiasi

0 Response to "Seni Negosiasi dalam Kewirausahaan"

Posting Komentar