Mengajarkan Sastra Mengajarkan Nilai Moral

Sastra adalah pelajaran yang sangat menyenangkan. Ya, seharusnya demikian. Sehingga pengajaran sastra seharusnya pengajaran yang paling diminati oleh siswa. Bagaimana tidak? Karena dalam setiap pelajaran sastra ada banyak hal yang dapat diperoleh siswa. Selain itu, fungsi sastra yang dulce et utile, menyenangkan dan  bermanfaat menunjukkan bahwa belajar sastra adalah belajar sesuatu yang menyenangkan.

Bukan hanya menyenangkan belajar sastra sekaligus akan memupuk siswa mendalami nilai-nilai kehidupan. Karena karya sastra pada hakikatnya adalah imitasi dari kehidupan. Semua jenis karya sastra entah itu prosa, puisi maupun drama semua materinya selalu diadaptasi dari kehidupan manusia. Karenanya mengajarkan sastra berarti mengajarkan nilai-nilai moral dalam kehidupan.

Sehingga sangat salah atau minimal tidak tepat jika  mengajarkan sastra hanyalah mengajarkan materi-materi sastra yang menjejali otak siswa dengan berbagai ragam teori. Meski tidak dipungkiri bahwa teori sastra memang sangat membantu membedah sebuah karya sastra hingga ditemukan nilai-nilai moral yang dapat ditangkap kemudian diaplikasikan dalam kehidupan.

Menganjurkan siswa untuk banyak membaca karya sastra baik karya sastra lama, baru hingga yang modern mutlak harus dilakukan. Sehingga siswa mempunyai banyak pengalaman hidup dari membaca karya sastra. Di samping itu siswa juga akan mempunyai kepekaan perasaan dan mempunyai rasa dan jiwa menghargai terhadap karya sastra.

Kesadaran tersebut terbangun setelah siswa mengetahui betapa besar pengaruh karya sastra dalam kehidupan seseorang bahkan sekelompok orang. Kesadaran inilah yang seharusnya dimunculkan dalam setiap pengajaran sastra.


0 Response to "Mengajarkan Sastra Mengajarkan Nilai Moral"

Posting Komentar